Daftar 5 Penguasa Smartphone Dunia

Jakarta - Peta kekuasaan bisnis smartphone dunia berubah. Tak ada lagi nama Xiaomi di lima besar lantaran terdepak dengan geliat Oppo dan Vivo. Bagaimana posisi Samsung dan Apple?


Dalam data IDC Wordwide Quaterly Mobile Phone Tracker yang dirilis 27 April 2016, ada 334,9 juta smartphone yang disebar pada kuartal I 2016. Dimana Samsung masih tetap mempertahankan mahkota sebagai raja smartphone dunia dengan porsi 81,9 juta unit atau menguasai 24,5% market share.

Sementara Apple masih menguntit di posisi runner-up dengan mengapalkan 51,2 juta unit. Persaingan sengit terjadi di posisi ketiga sampai kelima. Dimana ketiga vendor yakni Huawei, Oppo dan Vivo cuma berselisih sedikit satu sama lain.

Samsung Galaxy J Series J5 & J7

Experience The Galaxy J Series
 Fungsi yang luar biasa di ujung jari Anda dengan Samsung Galaxy J5 dan J7.
 Nikmati gambar yang luar biasa dan video sejernih kristal pada layar 5.0" / 5.5" Super AMOLED.
Stunning Viewing Experience 
Dengan layar Super AMOLED, Samsung Galaxy J memungkinkan Anda menikmati pengalaman media dengan lebih jelas dan lebih kaya dari sebelumnya.

 Meningkatkan cara Anda melihat foto, menonton video dan permainan dengan warna yang kaya, reproduksi warna bagaikan aslinya dan rasio kontras yang mengagumkan untuk warna hitam yang lebih dalam.

Powerful Performance
Nikmati browsing website lebih cepat, bermain game, dan melihat video HD dengan mudah tanpa lagging berkat prosesor Galaxy J yang dapat diandalkan.
Fungsi Quick Launch pada Galaxy J semakin memudahkan Anda mengakses kamera. Cukup tekan tombol home dua kali untuk menikmati akses kamera dengan cepat.
Smart Manager memungkinkan Anda memeriksa dan mengelola berbagai informasi penting pada Galaxy J , termasuk status baterai, ruang penyimpanan, statistik memori DLL.
Enhanced Camera
Dapatkan foto dan video yang lebih jelas dan terang dengan Galaxy J. Dilengkapi dengan kamera belakang 13MP dan f/1.9 aperture. Gunakan built-in flash kamera untuk memotret hasil yang terang saat kondisi cahaya minim.
 
Harga : Samsung Galaxy J5 : Rp.2.440.000
               Samsung Galaxy J7 : Rp.3.390.000

Otto is Samsung's personal assistant robot

Jakarta - Samsung punya ketertarikan di bidang robot. Baru-baru ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut memamerkan prototipe robot bernama Otto.


Jika Anda tahu robot milik Amazon yakni Echo, Otto kurang lebih punya fungsi dan kepintaran serupa. Otto bisa mengerti perintah suara yang didengarnya.Otto berwujud seperti speaker mini yang bisa diperintah memesan pizza misalnya, berkat fitur voice assistant built-in yang dibenamkan di dalamnya.

Meski demikian, Samsung tetap memberi sentuhan berbeda pada Otto, dibandingkan Amazon Echo. Robot mungil ini punya display yang bisa menampilkan wajah lucu dan bersahabat. Display ini juga digunakan untuk menampilkan informasi cuaca seperti animasi hujan turun dan lain sebagainya.

Perbedaan lainnya, seperti dikutip dari Ubergizmo, Kamis (28/4/2016), terdapat kamera berkualitas HD di balik displaynya. Kamera ini digunakan untuk mengenali wajah, sekaligus sebagai kamera untuk keamanan perangkat.

Sayangnya, seperrti sudah disebutkan di awal, Otto saat ini baru berupa prototipe. Belum diketahui kapan Samsung akan mewujudkannya dalam produk jadi. (rns/ash)

Samsung Ciptakan Saingan Oculus rift

Jakarta - Samsung sudah punya Gear Virtual Reality (VR), namun produsen Korea Selatan ini sepertinya belum puas. Akhirnya Samsung membuat headset VR yang dapat berdiri sendiri.

   Jadi penggunanya tak perlu lagi beli ponsel mahal untuk merasakan sensasi VR. Seperti diketahui, Gear VR cuma bisa dimaksimalkan menggunakan seri ponsel tertentu Samsung, yakni Galaxy S6, S6 Edge, S6 Edge+, Note 5, S7, dan S7 Edge.
Masalahnya seluruh ponsel tersebut masuk kategori kelas atas yang banderolnya tinggi. Alhasil, tak semua orang bisa merasakannya. Namun ke depannya pengguna tak perlu lagi menyiapkan ponsel, sebab Samsung ingin membuat headset VR yang benar-benar bisa beroperasi sendiri.

Jadi kira-kira semacam Oculus Rift dan HTC Vive yang tidak butuh ponsel. Yang membedakan, kalau kedua headset VR masih butuh perangkat eksternal untuk beroperasi, seperti PC atau konsol game, perangkat VR yang tengah digarap Samsung ini bisa jadi bakal punya konten yang terbenam sendiri. Atau dengan kata lain, perangkat VR tersebut kemungkinan punya jeroan sendiri pula.

Dengan begitu pengguna tak perlu repot-repot lagi memikirkan hal-hal lainnya, tinggal pakai saja untuk merasakannya. "Kami mengerjakan perangkat VR yang bisa berdiri sendiri, tidak perlu pakai ponsel," kata Injong Rhee, Head of R&D software and service Samsung.

Sayang sejauh ini belum ketahuan seperti apa headset VR yang tengah digarap Samsung tersebut. Namun pastinya perangkat VR itu juga tak akan sendirian, informasi yang sama juga bilang kalau Samsung malah sudah menyiapkan sebuah kamera 360 sebagai aksesorinya. (yud/ash)